Kelurahan .

Sembung

Profil Kelurahan

Sembung adalah kelurahan di kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang memiliki luas wilayah 0,57 km2, dengan jarak 1,5 km ke ibukota kecamatan Tulungagung.

Kelurahan Sembung memiliki luas lahan 57,20 Ha, dimana 23,55 Ha digunakan sebagai sawah, 30,65 Ha digunakan sebagai pekarangan dan bangunan, dan 3 Ha adalah tanah kering lainnya.

Pola pembangunan lahan di Kelurahan Sembung lebih didominasi oleh produksi tanaman hortikultura (mangga, pisang, pepaya), diikuti dengan produksi padi, serta produksi ternak sapi, kambing/domba, kelinci, ayam, itik/mentok. Berdasarkan kelompok jenis kelamin, Kelurahan Sembung memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.667 jiwa dengan rincian laki-laki (L) 2.744 jiwa, perempuan (P) 2.923 jiwa.

Mata pencaharian masyarakatnya didominasi oleh wiraswasta (510 orang), diikuti dengan industry pengolahan (370 orang), jasa-jasa (201 orang), konstruksi dan bangunan (73 orang), pertanian (58 orang), angkatan dan komunikasi (36 orang), keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (16 orang). 

Berbagai fasilitas di Kelurahan Sembung meliputi fasilitas Pendidikan seperti 2 TK Swasta, 1 SD Negeri; fasilitas Kesehatan yang terdiri dari 1 RS Bersalin, 1 Puskesmas, 5 Posyandu, 1 Polindes; fasilitas olahraga seperti 1 fasilitas bulutangkis, 1 fasilitas volley ball, 3 fasilitas tenis meja, 1 fasilitas silat/karate; fasilitas organisasi kesenian seperti 2 fasilitas samroh. Selain itu, terdapat fasilitas tempat ibadah, yaitu 5 masjid, 7 mushola, dan 1 gereja. Di kelurahan Sembung juga terdapat 79 kios/toko, 42 pracangan, 36 warung, 1 KSP, dan 1 Kelompok UED, 2 rumah makan/restoran.

Sejarah Kelurahan

Pada jaman dahulu di wilayah utara Sungai Ngrowo tumbuh banyak tanaman liar dan merupakan hamparan hutan yang belum ada penduduknya. Lahan tersebut tumbuh tanaman perdu, bagi orang lazim atau umumnya menyebut tanaman sembung yaitu tamanan yang tidak berbatang keras. Pada saat itu muncul beberapa orang yang dipimpin oleh Mbah Jati Kusumo sebagai sesepuhnya yang merasal dari Mataram Jogjakarta. Mbah Jati Kusumo melihat hamparan hutan maka dengan dibantu temannya membersihkan lahan atau membuka lahan.

Selesai membuka lahan, banyak orang yang berdatangan untuk bermukim dilahan tersebut. Orang tertarik karena posisi lahan dekat dengan tepi sungai Ngrowo, pada waktu itu sangat berguna bagi kehidupan warga sebagai saranan lalu lintas. Dengan bermukimnya warga akhirnya Mbah Jati Kusumo mengadakan Musyawarah dengan warga setempat untuk memberi nama desa. Karena Banyaknya tanaman sembung yang ada di kawasan tersbut, maka kawasan tersebut diberi nama Desa Sembung

Wilayah Kelurahan

1
RW
1
RT
Batas Kelurahan

Maklumat Pelayanan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Struktur Pemerintahan

Kelurahan Sembung

Ingin tahu statistik kelurahan lainnya?